Text Widget
FACEBOOK FOLLOWER
Blog Lain
Blogroll
About
Blogger templates
Blogger news
Popular Posts
-
VISI DAN MISI SMA NEGERI 1 MEMPAWAH HILIR VISI : UNGGUL DALAM PRESTASI DAN TANGGAP TERHADAP PEMBAHARUAN PENDIDIKAN MISI : Melaksanakan...
-
Kami beritahukan kepada seluruh Alumni SMAN 1 Mempawah angkatan 80-an foto-foto kegiatan pada tahun 80-an serta foto temu kangen alumni SMAN...
-
SMANSA Mempawah tampil dalam acara berkelas untuk pelajar dengan tajuk Ekspresi Gaya Pelajar VIII Kalimantan Barat, 24 Oktober 2010 mulai ...
-
Dalam rangka peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 65 pada 17 Agustus 2010 tingkat Kabupaten Pontianak di Mempawah, SMA Ne...
-
Pada awal tahun ajaran 2010/2011, SMA Negeri 1 Mempawah telah mengeluarkan keputusan Kepala Sekolah tentang larangan membawa dan menggunakan...
Followers
About Me
Rabu, 26 Januari 2011
Celah dalam Ujian Nasional 2011
Penerapan sistem ketentuan kelulusan baru ditengarai menambah daftar panjang kecurangan dalam unas. Kecurangan juga disinyalir terjadi di percetakan. BNSP selaku koordinator pelaksanaan unas memetakan, ada beberapa pos dan modus kecurangan dalam Unas 2010 silam.
Di antaranya adalah, kebocoran naskah soal yang diawali dari lemahnya sistem pengawasan di lingkungan percetakan. Tahun lalu, pengawasan di percetakan didominasi oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) provinsi, kota atau kebupaten.
Pengawasan yang terlalu dominan dari dispendik di proses pencetakan, berpotensi terjadi kebocoran. Sebab, dispendik memiliki kepentingan dengan naskah soal tersebut. Sudah jamak diketahui, masing-masing dispendik berlomba menekan tingkat ketidaklulusan siswa. Sebab, semakin banyak siswa yang tidak lulus, pertanda penyelenggaraan pendidikan perlu dibenahi. Ujung-ujungnya, dispendik setempat mendapat rapor merah.
Kecurangan selanjutnya muncul dari beberapa oknum guru yang menyalin jawaban siswa yang dinilai salah. Koordinator Unas 2011 Djemari Mardapi menjelaskan modus seperti ini terjadi kerap terjadi di sekolahan-sekolahan pinggiran, yang jauh dari pengawasan tingkat kota atau kabupaten. "Ada juga guru yang membantu total mengerjakan, selanjutnya disebar ke siswa," kata dia.
Djemari melanjutkan, kecurangan lainnya adalah munculnya kunci jawaban yang berseliwerang melalui short massage service (SMS). Dia mengatakan, munculnya kunci jawaban melalui SMS ini sering muncul di sekolah-sekolah kelas menengah keatas. Baik tingkat SMP maupun SMA. Sebab, sudah banyak siswa yang membawa handphone ke sekolah.
Menurut pria yang sekaligus menjadi kepala BNSP itu, munculnya SMS yang berisi kunci jawaban itu membuat siswa bimbang. Dengan berseliwerannya kunci jawaban via SMS tersebut, membuat siswa bimbang menerima atau menolak kunci jawaban itu. "Jika diambil takut salah semua dan tidak lulus," tutur Djemari. Sebaliknya, jika tidak diambil dan ternyatan kunci jawaban itu benar, dia merasa rugi.
BNSP pernah menyurvei di sebuah sekolah SMP di Jawa Tengah. Di sekolah tersebut ada satu siswa yang tidak lulus. Setelah diselidiki, ternyata siswa tersebut tidak mengambil kunci jawaban yang masuk ke HP-nya. Siswa itu, tentu ragu ketika menerima SMS tersebut. "Apakah diambil atau tidak. Ternyata tidak," tegas Djemari.
Celah terakhir yang memunculkan kerawanan pelanggaran dalan penerapan unas adalah, sistem pembagian nilai. Seperti diketahui, siswa dikatakan lulus tidak hanya dari nilai yang didapat dalam unas. Tetapi, juga dari nilai rapornya selama tiga tahun. Komposisinya, 40 persen dari nilai rapor atau nilai ujian sekolah dan 60 persen dari nilai unas.
"Pembagian nilai ini rawan ada manipulasi nilai rapor," terang Djemari. Bisa jadi, mulai saat ini para guru sudah mulai merubah atau memperbaiki nilai rapor siswanya.
Dari sekian kelemahan unas yang berpotensi memunculkan kecurangan tersebut, BNSP sudah mulai mengantisipasi. Untuk kelemahan pengawasan saat proses percetakan, BNSP menepatkan akan melibatkan total peran perguruan tinggi negeri (PTN) yang terdiri dari para dosen. Pengawasan PTN akan lebih dominan dari pada dispendik. "PTN tidak memiliki kepentingan. Beda dengan dispendik," terang Djemari.
Kerawanan kebocoran naskah soal di tingkat percetakan ini juga diamini oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Mansyur Ramli. Dia menyatakan, kebocoran juga berpotensi ketika naskah sudah dicetak dan distribusikan.
"Panjangnya jarak percetakan dengan sekolah harus diantisipasi," kata dia. Mansyur mencontohkan, naskah yang dicetak di Jawa Timur lalu didistribusikan Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam perjalanan naskah tersebut, rawan terjadi kebocoran naskah soal.
BNSP sendiri sudah menyelesaikan proses pembuatan naskah unas. Jumlah soal tidak ada perbedaan dari unas tahun lalu. Perbedaannya terletak pada variasi soal dalam satu kelas. Jika dulu dalam satu kelas ada dua variasi soal, unas tahun ini akan ada lima variasi. Sehingga, potensi contek menyontek antarsiswa bisa ditekan.
Dengan banyaknya variasi soal ini, Djemari mengatakan pengawas di dalam kelas harus ekstra teliti. "Mereka harus menyesuaikan kode soal," papar dia. Kode soal antara yang ada di naskah dengan dengan di nomor peserta ujian yang dipegang siswa harus cocok.
Sementara itu, antisipasi munculnya kunci jawaban yang muncul lewat SMS, pihak sekolah diminta untuk mengumpulkan wali murid untuk sosialisasi. Pihak sekolah diminta supaya para orang tua berpesan kepada anaknya tidak terpengaruh dengan kunci jawaban yang beredar lewat HP. Selain itu, cara lainnya adalah menyeterilkan siswa yang membawa HP.
Sedangkan untuk ulah guru yang nakal, dengan membetulkan jawaban siswa, akan diberikan sanksi yang tegas. Selain itu, pengawas ujian yang melibatkan total peran PTN juga diharapkan tidak membawa naskah soal ujian yang tersisa keluar kelas. Selain itu, pengawas juga diharapkan tetap berada di sekolah sampai naskah lembar jawaban siswa dikirim ke rayon atau dispendik setempat.
Dengan sekian perbaikan tersebut, Djemari berharap kelemahan atau kecurangan dalam pelaksanaan unas bisa ditekan. "Pesan pak menteri (M. Nuh, red) Unas 2011 harus lebih baik," tutur dia.
Di bagian lain, Mendiknas M. Nuh tetap berpendapat Unas menjadi bahan evaluasi proses belajar mengajar. Dia menegaskan, Unas bukan menjadi alat untuk memperbaiki kualitas pendididikan tanah air.
Sebaliknya, dengan adanya unas bisa diambil langkah intervensi dari kemendiknas untuk sekolah yang banyak angka siswa tidak lulus. Mantan rektor ITS itu tetap berat jika unas dihapus, karena dinilai melanggar hak asasi. Tahun ini kemendiknas mengalokasikan anggaran unas Rp 572 miliar.
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Rabu, Januari 26, 2011
0
komentar
Jumat, 24 Desember 2010
Dalam Kebingungan Seorang Guru
Ulangan umum baru saja berlalu, raport sudah dibagikan. Dan untuk pertama kalinya saya harus membagi raport pada orang tua siswa sebagai wali kelas walau 17 tahun sudah saya menjadi seorang guru (pendidik atau pengajar ... itu belum bisa saya katakan. yang penting 17 tahun menjadi guru).Bersamaan dengan berlangsungnya proses pembelajaran ini, sang Monyet diperdengarkan alunan gamelan oleh sang Pawang, dengan tujuan agar dia bisa menampilkan gerakan-gerakan yang dilatihkan, seiring dengan irama gamelan yang diperdengarkannya.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/12/23/pembelajaran-monyet/
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Jumat, Desember 24, 2010
0
komentar
Selasa, 30 November 2010
Try Out Ujian Nasional 2011
Untuk menghadapi Ujian Nasional Tahun 2011 dan mempersiapkan siswa-siswanya menghadapi hal tersebut, SMA Negeri 1 Mempawah mengadakan Try Out atau Uji Coba Ujian Nasional.204 siswa kelas XII mengikuti kegiatan ini.
204 siswa ini terdiri dari 168 siswa SMA Negeri 1 Mempawah, 26 Siswa SMA Muhhamadiyah Bakau Kecil dan 10 Siswa SMA Takhasus yang menginduk ke SMA Negeri 1 Mempawah terbagi dalam 13 ruang yang masing-masing terdiri dari 20 siswa, serta beberapa ruang kurang dari 10 siswa.
Try out kali ini adalah dari pihak sekolah, artinya semua soal dan penyelenggaraannya adalah sekolah. sedangkan diwaktu selanjutnya masih akan ada lagi try out yang diselenggarakan oleh MKKS maupun Tingkat Kabupaten.
Pada Try Out kali ini selain diliput oleh Harian Tribun Potianak juga dikunjungi oleh Komite Sekolah Serta Pengawas SMA dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pontianak.
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Selasa, November 30, 2010
0
komentar
Jumat, 19 November 2010
UNTUK ALUMNI TAHUN 80-AN
Hal ini agar silaturahmi antara sekolah dan alumni tidak terputus. Dan semua tauladan yang telah alumni lakukan dapat menjadi contoh dan semangat bagi semua siswa saat ini yang sedang belajar di SMAN 1 Mempawah.Serta ke depan dapat kami menginginkan profil alumni untuk dapat ditampilkan dalam blog ini juga.Sehingga apa yang menjadi cerita dan nostalgia SMA anda dahulu dapat menjadi kenang-kenangan yang dapat juga dibaca dan diketahui oleh semua orang yang mengakses blog ini.
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Jumat, November 19, 2010
1 komentar
Rabu, 10 November 2010
SMANSA tampil dalam Upacara Hari Pahlawan
Penampilan tersebut adalah Marching Band, Pom-Pom Boy, Dance, Pasukan Pengibar Bendera dan Pramuka serta Band yang telah membawa SMA Negeri 1 Mempawah menjadi juara EGP 2010 tersebut dengan sedikit penyesuaian penampilan yang diselaraskan dengan jiwa dari Hari Pahlawan.
Tak banyak yang akan diungkap disini, mudah-mudahan beberapa foto yang menyertai tulisan ini dapat memberi gambaran lebih terhadap penampilan tersebut. Terima Kasih.
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Rabu, November 10, 2010
0
komentar
Rabu, 03 November 2010
Tour de Sedau
Pada hari Minggu tanggal 31 Oltober 2010 keluarga besar SMA Negeri 1 Mempawah mengadakan perjalan dinas (mengikuti bahasanya anggota DPR) ke daerah Sedau Singkawang atau lebih terkenal dengan pantai Pasir Panjang...
Tak banyak diceritakan tetapi foto-foto yang ada akan menceritakan suasananya...
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Rabu, November 03, 2010
0
komentar
Blog Archive
-
►
2010
(16)
- ► September 2010 (7)
- ► Oktober 2010 (3)
- ► November 2010 (5)
- ► Desember 2010 (1)
-
►
2011
(15)
- ► Januari 2011 (1)
- ► April 2011 (5)
- ► Agustus 2011 (1)
- ► September 2011 (2)
- ► Oktober 2011 (1)
- ► Desember 2011 (2)
-
▼
2012
(6)
- ► Januari 2012 (2)
- ► Maret 2012 (2)
- ► September 2012 (1)


