Sesuai dengan proses yang telah dijalani oleh Siswa, melalui proses belajar mengajar selama 3 tahun serta dengan Ujian Sekolah dan Ujian Nasional pada tanggal 16 Mei 2011 diumumkan kelulusan siswa SMA N 1 Mempawah adalah 100% atau seluruh siswa kelas XII program IPA dan IPS semuanya dinyatakan Lulus.
Berikut Kilasan gambardari proses pengumuman dan kegembiraan siswa pada saat pengumuman.
Text Widget
FACEBOOK FOLLOWER
Blog Lain
Blogroll
About
Blogger templates
Blogger news
Popular Posts
-
VISI DAN MISI SMA NEGERI 1 MEMPAWAH HILIR VISI : UNGGUL DALAM PRESTASI DAN TANGGAP TERHADAP PEMBAHARUAN PENDIDIKAN MISI : Melaksanakan...
-
Kami beritahukan kepada seluruh Alumni SMAN 1 Mempawah angkatan 80-an foto-foto kegiatan pada tahun 80-an serta foto temu kangen alumni SMAN...
-
SMANSA Mempawah tampil dalam acara berkelas untuk pelajar dengan tajuk Ekspresi Gaya Pelajar VIII Kalimantan Barat, 24 Oktober 2010 mulai ...
-
Dalam rangka peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 65 pada 17 Agustus 2010 tingkat Kabupaten Pontianak di Mempawah, SMA Ne...
-
Pada awal tahun ajaran 2010/2011, SMA Negeri 1 Mempawah telah mengeluarkan keputusan Kepala Sekolah tentang larangan membawa dan menggunakan...
Followers
About Me
Senin, 16 Mei 2011
SMA N 1 Mempawah Lulus 100%
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Senin, Mei 16, 2011
0
komentar
Senin, 09 Mei 2011
KTSP tarik 4 mata pelajaran ke pusat
Ini bocoran yang belum saya setujui menteri. Sekarang KTSP semuanya diserahkan kepada daerah. Masalah pelajaran mengenai seni budaya, muatan lokal, itu semua diserahkan kepada daerah dan sekolah.Menurut Nuh, pengambilalihan dilakukan karena empat mata pelajaran tersebut memiliki ikatan secara nasional. Tiga mata pelajaran (bahasa Indonesia, agama, PKn) adalah penalaran (logika) secara nasional dan umum. Sedangkan untuk matematika, pemerintah tidak mau membedakan materi antardaerah.
Mulai persamaan simbol matematika dan lain-lain, Materi-materi lain, seperti bahasa Indonesia, harus disimpulkan secara universal, namun dikomplekskan keindonesiaan secara utuhJadi, menurut menteri asal Surabaya itu, pemisahan mata pelajaran yang dipegang pemerintah pusat dan daerah akan menyelesaikan sejumlah pertanyaan di masyarakat. Misalnya, bahasa Inggris akan disesuaikan dengan kondisi kabupaten atau kota bersangkutan.
Selama ini, lanjut mantan rektor ITS tersebut, KTSP langsung diserahkan pemerintah pusat kepada sekolah untuk dikembangkan. Sistem ini memang bagus, tapi tidak semua hal bisa didesentralisasikan. Ada bagian-bagian tertentu yang harus ”dirawat” secara nasional. Dengan dinasionalisasikannya empat mata pelajaran itu, kata Nuh, sekolah tidak boleh menambahkan materi apa pun ke dalamnya. PKn tidak boleh ditambah-tambahi dengan kasus-kasus macam-macam. Tapi, IPS boleh. IPA juga boleh. Untuk urusan agama, bahasa Indonesia, dan matematika, ini dikunci secara nasional. Jadi, semuanya diawasi. Saat ini Kemendiknas membahas perubahan kurikulum dengan sejumlah pakar. Setelah itu, KTSP baru disosialisasika
Sumber : Pontianak Pos
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Senin, Mei 09, 2011
0
komentar
Kamis, 28 April 2011
Indonesia
Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Kamis, April 28, 2011
0
komentar
Pelajar Indonesia ke Penelitian Dunia
Sebanyak 12 siswa SMP dan SMA dari berbagai sekolah mewakili Indonesia dalam penyelenggaraan ICYS 2011 di Moscow, Rusia, pada 24-29 April nanti. Para duta pelajar Indonesia ini dilepas Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal di Jakarta, Kamis 21 APRIL 2011
Pelajar SMP yang mewakili Indonesia adalah Fialdy Josua Pattirajawane dan Michael Sunarto (keduanya dari SMP Chandra Kusuma Medan), Christa Lorenzia Soesanto (SMP St.Laurensia Tangerang), serta Ganang Albryansyah (SMPN 1 Bontang). Pelajar SMA yang mewakili Indonesia adalah Arief Ridho Kusuma (SMAN 1 Samarinda), Reza Abdurahmnab (SMA Taruna Nusantara Magelang), Luthfi Mu'awan (SMAN 1 Purwareja), Luh Laksmi Dharayanti Satria (SMAN 1 Singaraja), Ninda Frisky dan Annisa Fitriani (keduanya dari SMAN 1 Yogyakarta), Jessica Lo (SMAK Cita Hati Surabaya)n serta Christy Hong (SMA St.Laurensia Tangerang).
Potensi pelajar Indonesia dalam penelitian perlu dikembangkan. Sebab, mereka adalah generasi muda yang dibutuhkan bangsa untuk menjadi penemu-penemu, yang nantinya mendukung pengembangan ekonomi bangsa yang berbasis ilmu pengetahuan.
Monika Raharti, Koordinator ICYS Indonesia, menjelaskan ICYS merupakan lomba presentasi penelitian untuk siswa sekolah menengah yang bertaraf internasional. Bidang yang dilombakan adalah Fisika, Matematika, Ekologi, dan Ilmu Komputer.
ICYS digagas Dua universitas terkemuka di. Hongaria dan Belarusia pada tahun 1993. Setelah itu, lomba dilaksanakan secara bergiliran di negara-negara Eropa. Indonesia jadi negara Asia pertama yang pernah jadi tuan rumah.
Lomba ini untuk menggali potensi peneliti muda yang kelak dapat berperan dalam penemuan dan pengembangan sains untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di dunia.
Sumber : Kompas.com
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Kamis, April 28, 2011
0
komentar
Selasa, 26 April 2011
Nomor Induk Siswa Nasional
Setiap siswa yang terdaftar pada Layanan NISN akan diberi kode pengenal identitas siswa yang bersifat unik, standar dan berlaku sepanjang masa yang membedakan satu siswa dengan siswa lainnya di seluruh sekolah se-Indonesia. Mekanisme penentuan dan pemberian kode pengenal identitas siswa tersebut prosesnya dilakukan secara otomatis oleh mesin komputer pada Pusat Layanan NISN.
Penentuan dan pemberian kode pengenal identitas siswa tersebut berdasarkan pengajuan atau masukan (entry) sumber data siswa yang telah divalidasi/diverifikasi oleh setiap sekolah dan atau Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten secara online melalui web operator. Hasil dari proses pemberian kode identifikasi oleh Pusat Sistem NISN tersebut ditampilkan secara terbuka dalam batasan tertentu melalui situs NISN.
Tujuan dan Manfaat
- Mengidentifikasi setiap individu siswa (peserta didik) di seluruh sekolah se-Indonesia secara standar, konsisten dan berkesinambungan.
- Sebagai pusat layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara online bagi Unit-unit Kerja di Depdiknas, Dinas Pendidikan Daerah hingga Sekolah yang bersifat standar, terpadu dan akuntabel berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi terkini.
- Sebagai sistem pendukung program Dapodik dalam pengembangan dan penerapan program-program perencanaan pendidikan, statistik pendidikan dan program pendidikan lainnya baik di tingkat pusat, propinsi, kota, kabupaten hingga sekolah, seperti: BOS (Bantuan Operasional Sekolah), Ujian Nasional, Pangkalan Data dan Informasi Pendidikan, Sistem Informasi Manajemen Sekolah hingga Beasiswa.
sumber : http://www.kemdiknas.go.id/
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Selasa, April 26, 2011
0
komentar
Ujian Nasional sebagai Ujian Kejujuran
sumber :http://www.kemdiknas.go.id/
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Selasa, April 26, 2011
0
komentar
Senin, 04 April 2011
Ujian Nasional 2011
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Senin, April 04, 2011
0
komentar
Rabu, 26 Januari 2011
Celah dalam Ujian Nasional 2011
Penerapan sistem ketentuan kelulusan baru ditengarai menambah daftar panjang kecurangan dalam unas. Kecurangan juga disinyalir terjadi di percetakan. BNSP selaku koordinator pelaksanaan unas memetakan, ada beberapa pos dan modus kecurangan dalam Unas 2010 silam.
Di antaranya adalah, kebocoran naskah soal yang diawali dari lemahnya sistem pengawasan di lingkungan percetakan. Tahun lalu, pengawasan di percetakan didominasi oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) provinsi, kota atau kebupaten.
Pengawasan yang terlalu dominan dari dispendik di proses pencetakan, berpotensi terjadi kebocoran. Sebab, dispendik memiliki kepentingan dengan naskah soal tersebut. Sudah jamak diketahui, masing-masing dispendik berlomba menekan tingkat ketidaklulusan siswa. Sebab, semakin banyak siswa yang tidak lulus, pertanda penyelenggaraan pendidikan perlu dibenahi. Ujung-ujungnya, dispendik setempat mendapat rapor merah.
Kecurangan selanjutnya muncul dari beberapa oknum guru yang menyalin jawaban siswa yang dinilai salah. Koordinator Unas 2011 Djemari Mardapi menjelaskan modus seperti ini terjadi kerap terjadi di sekolahan-sekolahan pinggiran, yang jauh dari pengawasan tingkat kota atau kabupaten. "Ada juga guru yang membantu total mengerjakan, selanjutnya disebar ke siswa," kata dia.
Djemari melanjutkan, kecurangan lainnya adalah munculnya kunci jawaban yang berseliwerang melalui short massage service (SMS). Dia mengatakan, munculnya kunci jawaban melalui SMS ini sering muncul di sekolah-sekolah kelas menengah keatas. Baik tingkat SMP maupun SMA. Sebab, sudah banyak siswa yang membawa handphone ke sekolah.
Menurut pria yang sekaligus menjadi kepala BNSP itu, munculnya SMS yang berisi kunci jawaban itu membuat siswa bimbang. Dengan berseliwerannya kunci jawaban via SMS tersebut, membuat siswa bimbang menerima atau menolak kunci jawaban itu. "Jika diambil takut salah semua dan tidak lulus," tutur Djemari. Sebaliknya, jika tidak diambil dan ternyatan kunci jawaban itu benar, dia merasa rugi.
BNSP pernah menyurvei di sebuah sekolah SMP di Jawa Tengah. Di sekolah tersebut ada satu siswa yang tidak lulus. Setelah diselidiki, ternyata siswa tersebut tidak mengambil kunci jawaban yang masuk ke HP-nya. Siswa itu, tentu ragu ketika menerima SMS tersebut. "Apakah diambil atau tidak. Ternyata tidak," tegas Djemari.
Celah terakhir yang memunculkan kerawanan pelanggaran dalan penerapan unas adalah, sistem pembagian nilai. Seperti diketahui, siswa dikatakan lulus tidak hanya dari nilai yang didapat dalam unas. Tetapi, juga dari nilai rapornya selama tiga tahun. Komposisinya, 40 persen dari nilai rapor atau nilai ujian sekolah dan 60 persen dari nilai unas.
"Pembagian nilai ini rawan ada manipulasi nilai rapor," terang Djemari. Bisa jadi, mulai saat ini para guru sudah mulai merubah atau memperbaiki nilai rapor siswanya.
Dari sekian kelemahan unas yang berpotensi memunculkan kecurangan tersebut, BNSP sudah mulai mengantisipasi. Untuk kelemahan pengawasan saat proses percetakan, BNSP menepatkan akan melibatkan total peran perguruan tinggi negeri (PTN) yang terdiri dari para dosen. Pengawasan PTN akan lebih dominan dari pada dispendik. "PTN tidak memiliki kepentingan. Beda dengan dispendik," terang Djemari.
Kerawanan kebocoran naskah soal di tingkat percetakan ini juga diamini oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Mansyur Ramli. Dia menyatakan, kebocoran juga berpotensi ketika naskah sudah dicetak dan distribusikan.
"Panjangnya jarak percetakan dengan sekolah harus diantisipasi," kata dia. Mansyur mencontohkan, naskah yang dicetak di Jawa Timur lalu didistribusikan Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam perjalanan naskah tersebut, rawan terjadi kebocoran naskah soal.
BNSP sendiri sudah menyelesaikan proses pembuatan naskah unas. Jumlah soal tidak ada perbedaan dari unas tahun lalu. Perbedaannya terletak pada variasi soal dalam satu kelas. Jika dulu dalam satu kelas ada dua variasi soal, unas tahun ini akan ada lima variasi. Sehingga, potensi contek menyontek antarsiswa bisa ditekan.
Dengan banyaknya variasi soal ini, Djemari mengatakan pengawas di dalam kelas harus ekstra teliti. "Mereka harus menyesuaikan kode soal," papar dia. Kode soal antara yang ada di naskah dengan dengan di nomor peserta ujian yang dipegang siswa harus cocok.
Sementara itu, antisipasi munculnya kunci jawaban yang muncul lewat SMS, pihak sekolah diminta untuk mengumpulkan wali murid untuk sosialisasi. Pihak sekolah diminta supaya para orang tua berpesan kepada anaknya tidak terpengaruh dengan kunci jawaban yang beredar lewat HP. Selain itu, cara lainnya adalah menyeterilkan siswa yang membawa HP.
Sedangkan untuk ulah guru yang nakal, dengan membetulkan jawaban siswa, akan diberikan sanksi yang tegas. Selain itu, pengawas ujian yang melibatkan total peran PTN juga diharapkan tidak membawa naskah soal ujian yang tersisa keluar kelas. Selain itu, pengawas juga diharapkan tetap berada di sekolah sampai naskah lembar jawaban siswa dikirim ke rayon atau dispendik setempat.
Dengan sekian perbaikan tersebut, Djemari berharap kelemahan atau kecurangan dalam pelaksanaan unas bisa ditekan. "Pesan pak menteri (M. Nuh, red) Unas 2011 harus lebih baik," tutur dia.
Di bagian lain, Mendiknas M. Nuh tetap berpendapat Unas menjadi bahan evaluasi proses belajar mengajar. Dia menegaskan, Unas bukan menjadi alat untuk memperbaiki kualitas pendididikan tanah air.
Sebaliknya, dengan adanya unas bisa diambil langkah intervensi dari kemendiknas untuk sekolah yang banyak angka siswa tidak lulus. Mantan rektor ITS itu tetap berat jika unas dihapus, karena dinilai melanggar hak asasi. Tahun ini kemendiknas mengalokasikan anggaran unas Rp 572 miliar.
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Rabu, Januari 26, 2011
0
komentar
Jumat, 24 Desember 2010
Dalam Kebingungan Seorang Guru
Ulangan umum baru saja berlalu, raport sudah dibagikan. Dan untuk pertama kalinya saya harus membagi raport pada orang tua siswa sebagai wali kelas walau 17 tahun sudah saya menjadi seorang guru (pendidik atau pengajar ... itu belum bisa saya katakan. yang penting 17 tahun menjadi guru).Bersamaan dengan berlangsungnya proses pembelajaran ini, sang Monyet diperdengarkan alunan gamelan oleh sang Pawang, dengan tujuan agar dia bisa menampilkan gerakan-gerakan yang dilatihkan, seiring dengan irama gamelan yang diperdengarkannya.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/12/23/pembelajaran-monyet/
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Jumat, Desember 24, 2010
0
komentar
Selasa, 30 November 2010
Try Out Ujian Nasional 2011
Untuk menghadapi Ujian Nasional Tahun 2011 dan mempersiapkan siswa-siswanya menghadapi hal tersebut, SMA Negeri 1 Mempawah mengadakan Try Out atau Uji Coba Ujian Nasional.204 siswa kelas XII mengikuti kegiatan ini.
204 siswa ini terdiri dari 168 siswa SMA Negeri 1 Mempawah, 26 Siswa SMA Muhhamadiyah Bakau Kecil dan 10 Siswa SMA Takhasus yang menginduk ke SMA Negeri 1 Mempawah terbagi dalam 13 ruang yang masing-masing terdiri dari 20 siswa, serta beberapa ruang kurang dari 10 siswa.
Try out kali ini adalah dari pihak sekolah, artinya semua soal dan penyelenggaraannya adalah sekolah. sedangkan diwaktu selanjutnya masih akan ada lagi try out yang diselenggarakan oleh MKKS maupun Tingkat Kabupaten.
Pada Try Out kali ini selain diliput oleh Harian Tribun Potianak juga dikunjungi oleh Komite Sekolah Serta Pengawas SMA dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pontianak.
Diposting oleh
SMANSA Mempawah
di
Selasa, November 30, 2010
0
komentar
Blog Archive
-
►
2010
(16)
- ► September 2010 (7)
- ► Oktober 2010 (3)
- ► November 2010 (5)
- ► Desember 2010 (1)
-
►
2011
(15)
- ► Januari 2011 (1)
- ► April 2011 (5)
- ► Agustus 2011 (1)
- ► September 2011 (2)
- ► Oktober 2011 (1)
- ► Desember 2011 (2)
-
▼
2012
(6)
- ► Januari 2012 (2)
- ► Maret 2012 (2)
- ► September 2012 (1)




