"Di DKI, baik SMA maupun hari ini untuk SMP, Standar Operasional Prosedur sudah dilakukan dengan ketat. Selain itu, tingkat kecemasan siswa terhadap UN pun tidak seperti yang diduga banyak pihak," tuturnya mengunjungi SMP Negeri 38 Jakarta, (25/04). Wamendikas berharap, UN tidak hanya dijadikan sebagai titik acuan kelulusan siswa secara pribadi, melainkan juga bisa digunakan untuk mengevaluasi perbaikan mutu sekolah.
Fasli mengajak semua pihak untuk melihat UN sebagai ujian kejujuran. "Pertama, kejujuran terhadap sistem pendidikan," katanya. Selain itu, UN juga mengupayakan hasil yang riil, dengan mengutamakan kejujuran pengawasan melalui pengawasan silang. Pengawasan silang merupakan sistem dengan menempatkan guru mata pelajaran tertentu untuk tidak menjadi pengawas UN saat mata pelajaran yang diajarkannya diujikan.
Ia juga menegaskan bahwa dalam sistem pendidikan, tidak boleh ada rasa kecurigaan. "Mari kita lihat UN sebagai semangat kejujuran dalam pencapaian hasil belajar anak-anak," ujarnya.
sumber :http://www.kemdiknas.go.id/
0 komentar:
Posting Komentar